Fatwa MUI Tentang is te koop Beli Mata Uang (AL-SHARF) Vrae Yang Pásti ditanyakan oleh setiap handelaar di Indonesië. 1. Apakah Trading Forex Haram 2. Apakah Trading Forex Halal 3. Apakah Trading Forex diperbolehkan punte Agama Islam 4. Apakah SWAP itu Mari kita bahas dengan article Yang pertama. Forex Dalam Regte Islam Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi Yang berjudul MASAIL FIQHIYAH Kapita Selecta Regte Islam, diperoleh bahwa Forex (Perdagangan Valas) diperbolehkan punte Regte Islam. Perdagangan valuta asing timbul Karena adanya perdagangan Barang-Barang kebutuhan / komoditi Antar Negara Yang bersifat n Internasionale. Perdagangan (Ekspor-Invoer) ini tentu memerlukan Alat Bayar yaitu UANG Yang Masinga-Masinga Negara mempunyai | Privacy die gebruiker dan berbeda Satu SAMA Ander sesuai dengan penawaran Dan permintaan diantara Negara-Negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN Waardering: MATA UANG Antar Negara. Perbandingan Waardering: Mata uang Antar Negara terkumpul punte suatu BURSA term of Pasar Yang bersifat n Internasionale Dan terikat punte suatu kesepakatan bersama Yang saling menguntungkan. Waardering: Mata uang suatu Negara dengan Negara Ander ini berubah (berfluktuasi) setiap SAAT sesuai volume permintaan Dan penawarannya. Adanya permintaan Dan penawaran inilah Yang menimbulkan transaksi Mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar Mata uang Yang berbeda Waardering:. Regte ISLAM punte TRANSAKSI VALAS 1. Ada Ijab-Qobul. --- GT Ada Algemene teller aan memberi Dan menerima Penjual menyerahkan Barang Dan pembeli membayar tunai. Ijab-Qobulnya dilakukan dengan Lisan, tulisan Dan utusan. PE mbeli Dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan Dan melakukan tindakantindakan Regte (dewasa Dan berpikiran sehat) 2. Voldoet aan syarat menjadi objek transaksi is te koop-beli yaitu: Suci barangnya (bukan najis) Dapat dimanfaatkan Dapat diserahterima kan Jelas Barang Dan harganya Dijual (dibeli) oleh pemiliknya die gebruiker term of kuasanya op hierdie izin pemiliknya Barang Uitnodiging berada ditangannya Jika barangnya diperoleh dengan imbalan. Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa is te koop beli saham itu diperbolehkan punte Agama. Jangan kamu membeli IKAN punte lug, Karena sesungguhnya is te koop beli Yang demikian itu mengandung penipuan. (Hadis Ahmad bin Hambal Dan Al Baihaqi dari Ibnu Masud) is te koop beli Barang Yang Niet di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifatsifatnya term of CIRI-cirinya. Kemudian Jika Barang sesuai dengan woordenlijst penjual, Maka sahlah is te koop belinya. Tetapi Jika Niet sesuai Maka pembeli mempunyai HAK khiyar, artinya boleh meneruskan term of membatalkan is te koop belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi CV Al Daraquthni dari Abu Hurairah: Barang siapa Yang membeli sesuatu Yang ia Niet melihatnya, Maka IA berhak khiyar Jika IA Resef melihatnya. Is te koop beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang Dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, Karena Akan mengalami kesulitan term of kerugian Jika harus mengeluarkan ALLE hasil tanaman Yang terpendam teller aan dijual. Hal ini sesuai dengan kaidah Regte Islam: Kesulitan itu menarik kemudahan. Demikian juga is te koop beli Barang-Barang Yang Resef terbungkus / tertutup, seperti Makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi etiket Yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. Hal. 135. Mengenai Teks kaidah Regte Islam tersebut di op hierdie, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Egipte, Mustafa Mohammed, 1936 Hal. 55. is te koop Beli valuta ASING DAN saham Yang dimaksud dengan valuta asing n basiese Mata uang Luar Negeri seperi dolar Amerika, poundsterling vertaler, ringgit Maleisië Dan sebagainya. Apabila Antara Negara terjadi perdagangan n Internasionale Maka tiap Negara membutuhkan valuta asing teller aan Alat Bayar Luar Negeri Yang punte Dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesië Akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesië memerlukan devisa teller aan mengimpor dari Luar Negeri. Dengan demikian Akan timbul penawaran Dan perminataan di bursa valuta asing. setiap Negara berwenang penuh menetapkan Kurs uangnya Masinga-Masinga (Kurs n basiese perbandingan Waardering: uangnya terhadap Mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika Rp. 12,000. Egter Kurs uang term of perbandingan Waardering: tukar setiap SAAT bisa berubah-Wysig, tergantung pada kekuatan Ekonomie Negara Masinga-Masinga. Pencatatan Kurs uang dan transaksi is te koop beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (AWJ Tupanno, et al Ekonomie as Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, Hal 76-77..) Fatwa MUI TENTANG PERDAGANGAN VALAS fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesië No: 28 / DSN-MUI / III / 2002 tentang is te koop Beli Mata Uang (Al-Sharf) a. Bahwa punte sejumlah kegiatan teller aan Voldoet aan berbagai keperluan, seringkali diperlukan transaksi is te koop-beli Mata uang (al-sharf), Baik Antar Mata uang sejenis maupun Antar Mata uang berlainan Account. b. Bahwa punte URF tijari (tradisi perdagangan) transaksi is te koop beli Mata uang dikenal beberapa bentuk transaksi Yang status hukumnya punte pandangan ajaran Islam berbeda Antara Satu bentuk dengan bentuk gelê. c. Bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf teller aan dijadikan pedoman. 1. Firman Allah, QS. Al-Baqarah2: 275:. Dan Allah Resef menghalalkan is te koop beli Dan mengharamkan Riba. 2. Hadis nabi CV al-Baihaqi Dan Ibnu Majah dari Abu Said al-Khudri: Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya is te koop beli itu hanya boleh dilakukan op hierdie Basic Configuration kerelaan (Antara kedua Bela pihak) (HR albaihaqi Dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh. Ibnu Hibban). 3. Hadis Nabi CV Moslem, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai, dan Ibn Majah, dengan Teks Moslem dari Ubadah bin Shamit, Nabi sien bersabda: (Juallah) EMAS dengan emas, Perak dengan Perak, gandum dengan gandum, syair dengan syair, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (Denga syarat harus) SAMA Dan sejenis Serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu Jika dilakukan secara tunai .. 4. Hadis Nabi CV Moslem, Tirmidzi, Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi sien bersabda: (is te koop-beli) EMAS dengan Perak n basiese Riba kecuali (dilakukan) secara tunai. 5. Hadis Nabi CV Moslem dari Abu Said al-Khudri, Nabi sien bersabda: Janganlah kamu menjual EMAS dengan emas kecuali SAMA (nilainya) Dan janganlah menambahkan sebagian op hierdie sebagian yang lain janganlah menjual Perak dengan Perak kecuali SAMA (nilainya) Dan janganlah menambahkan sebagaian op hierdie sebagian yang lain dan janganlah menjual EMAS Dan perak tersebut Yang Niet tunai dengan Yang tunai. 6. Hadis Nabi CV Moslem dari Bara bin Azib Dan Zaid bin Arqam. Rasulullah het melarang menjual Perak dengan emas secara piutang (Niet tunai). 7. Hadis Nabi CV Tirmidzi dari Amr bin Auf: Algemene dapat dilakukan di Antara kaum muslimin, kecuali Algemene Yang mengharamkan yang halal term of menghalalkan Yang Haram as kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat Yang mengharamkan yang halal term of menghalalkan Yang Haram. 8. Ijma. Ulama sepakat (ijma) bahwa Akad al-sharf disyariatkan dengan syarat-syarat tertentu 1. Surat dari pimpinah Eenheid Usaha Syariah Bank BNI no. UUS / 2/878 2. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syariah Nasional pada hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H / 28 Maret 2002 Dewan Syariah Nasional Menetapkan. Fatwa TENTANG is te koop Beli MATA UANG (AL-SHARF). Pertama. | Privacy Algemeen Transaksi is te koop beli Mata uang pada prinsipnya boleh dengan | Privacy sebagai berikut: 1. Niet teller aan spekulasi (untung-untungan). 2. Ada kebutuhan transaksi term of teller aan berjaga-Jaga (simpanan). 3. Apabila transaksi dilakukan terhadap Mata uang sejenis Maka nilainya harus SAMA Dan secara tunai (by-taqabudh). 4. Apabila berlainan Account Maka harus dilakukan dengan Waardering: tukar (Kurs) yang berlaku pada SAAT transaksi Dan secara tunai. Kedua. Account-Account transaksi Valuta Asing 1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian Dan penjualan valuta asing teller aan penyerahan pada SAAT itu (oor die toonbank) term of penyelesaiannya paling Lambat punte jangka waktu dua hari. Hukumnya n basiese boleh, Karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai Proses penyelesaian Yang Niet bisa dihindari Dan merupakan transaksi n Internasionale. 2. Transaksi vorentoe, yaitu transaksi pembelian Dan penjualan valas Yang nilainya ditetapkan pada SAAT nou af as diberlakukan teller aan waktu yang akan Datang, Antara 2x24 konfyt sampai dengan Satu ervaring. Hukumnya n basiese Haram, Karena harga yang digunakan n basiese harga Yang diperjanjikan (muwaadah) Dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut plaas Nog geen tentu SAMA dengan Waardering: Yang disepakati, kecuali dilakukan punte bentuk vorentoe ooreenkoms teller aan kebutuhan Yang Niet dapat dihindari (lil hajah) 3. Transaksi SWAP yaitu suatu Contract pembelian term of penjualan valas dengan harga spot Yang dikombinasikan dengan pembelian Antara penjualan valas Yang SAMA dengan harga vorentoe. Hukumnya Haram, Karena mengandung unsur maisir (spekulasi). 4. Transaksi OPSIE yaitu Contract teller aan memperoleh HAK punte rangka membeli term of hak teller aan menjual Yang Niet harus dilakukan op hierdie sejumlah eenheid valuta asing pada harga Dan jangka waktu term of tanggal akhir tertentu. Hukumnya Haram, Karena mengandung unsur maisir (spekulasi). Ketiga. Fatwa ini berlaku van ProZ. com tanggal ditetapkan, dengan | Privacy Jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, Akan diubah Dan disempurnakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di. Jakarta Tanggal. 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M Dewan SYARIAH Nasional - MAJELIS Ulama INDONESIAHukum Trading Forex Menurut MUI Halal term of Haram Regte Trading Forex Menurut MUI Halal term of Haram Mengingat banyaknya Yang mempertanyakan APA Regte handel forex menurutIslam (meski Uitnodiging banyak dikupas) Maka berikut ini Saya publiseer article dari Gainscope tentang fatwa MUI TENTANG handel forex. So Luar sana berkembang juga pendapat Yang bersebarangan dengan fatwa MUI ini di mana mereka tetap berpendirian pada bahwa handel forex n basiese Haram dengan hujjah / argumen yang mereka pegangi. Keputusan berpulang pada Dan Ada di tangan Anda. Selamat membaca. Fatwa MUI Tentang is te koop Beli Mata Uang (AL-SHARF) Vrae Yang Pásti ditanyakan oleh setiap handelaar di Indonesië: 1. Apakah Trading Forex Haram 2. Apakah Trading Forex Halal 3. Apakah Trading Forex diperbolehkan punte Agama Islam 4. Apakah SWAP itu Mari kita bahas dengan article Yang pertama: Forex Dalam Regte Islam Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi Yang berjudul MASAIL FIQHIYAH Kapita Selecta Regte Islam, diperoleh bahwa Forex (Perdagangan Valas) diperbolehkan punte Regte Islam. Perdagangan valuta asing timbul Karena adanya perdagangan Barang-Barang kebutuhan / komoditi Antar Negara Yang bersifat n Internasionale. Perdagangan (Ekspor-Invoer) ini tentu memerlukan Alat Bayar yaitu UANG Yang Masinga-Masinga Negara mempunyai | Privacy die gebruiker dan berbeda Satu SAMA Ander sesuai dengan penawaran Dan permintaan diantara Negara-Negara tersebut sehingga timbul PERBANDINGAN Waardering: MATA UANG Antar Negara. Perbandingan Waardering: Mata uang Antar Negara terkumpul punte suatu BURSA term of Pasar Yang bersifat n Internasionale Dan terikat punte suatu kesepakatan bersama Yang saling menguntungkan. Waardering: Mata uang suatu Negara dengan Negara Ander ini berubah (berfluktuasi) setiap SAAT sesuai volume permintaan Dan penawarannya. Adanya permintaan Dan penawaran inilah Yang menimbulkan transaksi Mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar Mata uang Yang berbeda Waardering:. Regte ISLAM punte TRANSAKSI VALAS 1. Ada Ijab-Qobul. --- GT Ada Algemene teller aan memberi Dan menerima Penjual menyerahkan Barang Dan pembeli membayar tunai. Ijab-Qobulnya dilakukan dengan Lisan, tulisan Dan utusan. Pembeli Dan penjual mempunyai wewenang penuh melaksanakan Dan melakukan tindakantindakan Regte (dewasa Dan berpikiran sehat) 2. Voldoet aan syarat menjadi objek transaksi is te koop-beli yaitu: Suci barangnya (bukan najis) Dapat dimanfaatkan Dapat diserahterimakan Jelas Barang Dan harganya Dijual (dibeli) oleh pemiliknya die gebruiker term of kuasanya op hierdie izin pemiliknya Barang Uitnodiging berada ditangannya Jika barangnya diperoleh dengan imbalan. Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa is te koop beli saham itu diperbolehkan punte Agama. Jangan kamu membeli IKAN punte lug, Karena sesungguhnya is te koop beli Yang demikian itu mengandung penipuan. (Hadis Ahmad bin Hambal Dan Al Baihaqi dari Ibnu Masud) is te koop beli Barang Yang Niet di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifatsifatnya term of CIRI-cirinya. Kemudian Jika Barang sesuai dengan woordenlijst penjual, Maka sahlah is te koop belinya. Tetapi Jika Niet sesuai Maka pembeli mempunyai HAK khiyar, artinya boleh meneruskan term of membatalkan is te koop belinya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi CV Al Daraquthni dari Abu Hurairah: 8220Barang siapa Yang membeli sesuatu Yang ia Niet melihatnya, Maka IA berhak khiyar Jika IA Resef melihatnya. Is te koop beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang Dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, Karena Akan mengalami kesulitan term of kerugian Jika harus mengeluarkan ALLE hasil tanaman Yang terpendam teller aan dijual. Hal ini sesuai dengan kaidah Regte Islam: 8220Kesulitan itu menarik kemudahan.8221 Demikian juga is te koop beli Barang-Barang Yang Resef terbungkus / tertutup, seperti Makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi etiket Yang menerangkan isinya. Vide Sabiq, op. cit. Hal. 135. Mengenai Teks kaidah Regte Islam tersebut di op hierdie, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Egipte, Mustafa Mohammed, 1936 Hal. 55. is te koop Beli valuta ASING DAN saham Yang dimaksud dengan valuta asing n basiese Mata uang Luar Negeri seperi dolar Amerika, poundsterling vertaler, ringgit Maleisië Dan sebagainya. Apabila Antara Negara terjadi perdagangan n Internasionale Maka tiap Negara membutuhkan valuta asing teller aan Alat Bayar Luar Negeri Yang punte Dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesië Akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesië memerlukan devisa teller aan mengimpor dari Luar Negeri. Dengan demikian Akan timbul penawaran Dan perminataan di bursa valuta asing. setiap Negara berwenang penuh menetapkan Kurs uangnya Masinga-Masinga (Kurs n basiese perbandingan Waardering: uangnya terhadap Mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika Rp. 12,000. Egter Kurs uang term of perbandingan Waardering: tukar setiap SAAT bisa berubah-Wysig, tergantung pada kekuatan Ekonomie Negara Masinga-Masinga. Pencatatan Kurs uang dan transaksi is te koop beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (AWJ Tupanno, et al Ekonomie as Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, Hal 76-77..) Fatwa MUI TENTANG PERDAGANGAN VALAS fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesië No: 28 / DSN-MUI / III / 2002 tentang is te koop Beli Mata Uang (Al-Sharf) a. Bahwa punte sejumlah kegiatan teller aan Voldoet aan berbagai keperluan, seringkali diperlukan transaksi is te koop-beli Mata uang (al-sharf), Baik Antar Mata uang sejenis maupun Antar Mata uang berlainan Account. b. Bahwa punte URF tijari (tradisi perdagangan) transaksi is te koop beli Mata uang dikenal beberapa bentuk transaksi Yang status hukumnya punte pandangan ajaran Islam berbeda Antara Satu bentuk dengan bentuk gelê. c. Bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf teller aan dijadikan pedoman. 1. Firman Allah, QS. Al-Baqarah2: 275:. Dan Allah Resef menghalalkan is te koop beli Dan mengharamkan Riba. 2. Hadis nabi CV al-Baihaqi Dan Ibnu Majah dari Abu Said al-Khudri: Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya is te koop beli itu hanya boleh dilakukan op hierdie Basic Configuration kerelaan (Antara kedua Bela pihak) (HR albaihaqi Dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh. Ibnu Hibban). 3. Hadis Nabi CV Moslem, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai, dan Ibn Majah, dengan Teks Moslem dari Ubadah bin Shamit, Nabi sien bersabda: (Juallah) EMAS dengan emas, Perak dengan Perak, gandum dengan gandum, syair dengan syair, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (Denga syarat harus) SAMA Dan sejenis Serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu Jika dilakukan secara tunai .. 4. Hadis Nabi CV Moslem, Tirmidzi, Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi sien bersabda: (is te koop-beli) EMAS dengan Perak n basiese Riba kecuali (dilakukan) secara tunai. 5. Hadis Nabi CV Moslem dari Abu Said al-Khudri, Nabi sien bersabda: Janganlah kamu menjual EMAS dengan emas kecuali SAMA (nilainya) Dan janganlah menambahkan sebagian op hierdie sebagian yang lain janganlah menjual Perak dengan Perak kecuali SAMA (nilainya) Dan janganlah menambahkan sebagaian op hierdie sebagian yang lain dan janganlah menjual EMAS Dan perak tersebut Yang Niet tunai dengan Yang tunai. 6. Hadis Nabi CV Moslem dari Bara bin Azib Dan Zaid bin Arqam. Rasulullah het melarang menjual Perak dengan emas secara piutang (Niet tunai). 7. Hadis Nabi CV Tirmidzi dari Amr bin Auf: Algemene dapat dilakukan di Antara kaum muslimin, kecuali Algemene Yang mengharamkan yang halal term of menghalalkan Yang Haram as kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat Yang mengharamkan yang halal term of menghalalkan Yang Haram. 8. Ijma. Ulama sepakat (ijma) bahwa Akad al-sharf disyariatkan dengan syarat-syarat tertentu 1. Surat dari pimpinah Eenheid Usaha Syariah Bank BNI no. UUS / 2/878 2. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syariah Nasional pada hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H / 28 Maret 2002 Dewan Syariah Nasional Menetapkan. Fatwa TENTANG is te koop Beli MATA UANG (AL-SHARF). Pertama. | Privacy Algemeen Transaksi is te koop beli Mata uang pada prinsipnya boleh dengan | Privacy sebagai berikut: 1. Niet teller aan spekulasi (untung-untungan). 2. Ada kebutuhan transaksi term of teller aan berjaga-Jaga (simpanan). 3. Apabila transaksi dilakukan terhadap Mata uang sejenis Maka nilainya harus SAMA Dan secara tunai (by-taqabudh). 4. Apabila berlainan Account Maka harus dilakukan dengan Waardering: tukar (Kurs) yang berlaku pada SAAT transaksi Dan secara tunai. Kedua. Account-Account transaksi Valuta Asing 1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian Dan penjualan valuta asing teller aan penyerahan pada SAAT itu (oor die toonbank) term of penyelesaiannya paling Lambat punte jangka waktu dua hari. Hukumnya n basiese boleh, Karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai Proses penyelesaian Yang Niet bisa dihindari Dan merupakan transaksi n Internasionale. 2. Transaksi vorentoe, yaitu transaksi pembelian Dan penjualan valas Yang nilainya ditetapkan pada SAAT nou af as diberlakukan teller aan waktu yang akan Datang, Antara 2x24 konfyt sampai dengan Satu ervaring. Hukumnya n basiese Haram, Karena harga yang digunakan n basiese harga Yang diperjanjikan (muwaadah) Dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut plaas Nog geen tentu SAMA dengan Waardering: Yang disepakati, kecuali dilakukan punte bentuk vorentoe ooreenkoms teller aan kebutuhan Yang Niet dapat dihindari (lil hajah) 3. Transaksi SWAP yaitu suatu Contract pembelian term of penjualan valas dengan harga spot Yang dikombinasikan dengan pembelian Antara penjualan valas Yang SAMA dengan harga vorentoe. Hukumnya Haram, Karena mengandung unsur maisir (spekulasi). 4. Transaksi OPSIE yaitu Contract teller aan memperoleh HAK punte rangka membeli term of hak teller aan menjual Yang Niet harus dilakukan op hierdie sejumlah eenheid valuta asing pada harga Dan jangka waktu term of tanggal akhir tertentu. Hukumnya Haram, Karena mengandung unsur maisir (spekulasi). Ketiga. Fatwa ini berlaku van ProZ. com tanggal ditetapkan, dengan | Privacy Jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, Akan diubah Dan disempurnakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di. Jakarta Tanggal. 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M Dewan SYARIAH Nasional - MAJELIS Ulama INDONESIA Tulisan gelê Yang menguatkan n basiese sebagaimana ditulis oleh Dr. Mohammed Obaidullah di VRAAG HIERONDER ini tentang Islamitiese forex. 1. Die basiese valutatermynkontrakte Daar is 'n algemene konsensus onder Islamitiese regsgeleerdes op die siening dat geldeenhede van verskillende lande uitgeruil kan word op 'n plek basis teen 'n koers verskil van eenheid, aangesien geldeenhede van verskillende lande is duidelike entiteite met verskillende waardes of intrinsieke waarde en koopkrag. Daar blyk ook 'n algemene ooreenkoms tussen 'n meerderheid van die geleerdes op die oog wees dat valuta op 'n vooruitprysingsgrondslag basis is nie toelaatbaar is, dit is, wanneer die regte en verpligtinge van beide partye het betrekking op 'n datum in die toekoms. Daar is egter 'n aansienlike verskil van mening onder regsgeleerdes wanneer die regte van een van die partye, wat dieselfde is as verpligting van die teenparty is, is uitgestel tot 'n datum in die toekoms. Om uit te brei, laat ons kyk na die voorbeeld van twee individue A en B wat behoort aan twee verskillende lande, onderskeidelik Indië en die VSA. A van voorneme is om die Indiese roepee verkoop en koop VS dollar. Die omgekeerde is waar vir B. Die roepee-dollar-wisselkoers ooreengekom is 01:20 en die transaksie behels die koop en verkoop van 50. Die eerste situasie is dat 'n maak 'n plek betaling van Rs1000 om B en aanvaar betaling van 50 van B . Die transaksie vereffen op 'n plek grondslag van beide kante. Sulke transaksies is geldig en Islamically toelaatbaar. Daar is geen twee menings oor dieselfde. Die tweede moontlikheid is dat vereffening van die transaksie aan beide kante is uitgestel tot 'n datum in die toekoms, sê ná ses maande van nou af. Dit impliseer dat beide A en B sou maak en te aanvaar betaling van Rs1000 of 50, na gelang van die geval, na ses maande. Die oorheersende siening is dat so 'n kontrak is nie Islamically toelaatbaar. 'N Minderheid siening van mening dat dit toelaatbaar is. Die derde scenario is dat die transaksie gedeeltelik vereffen van die een end net. Byvoorbeeld, 'n maak 'n betaling van Rs1000 nou na B in plaas van 'n belofte deur B te betaal 50 aan hom na ses maande. Alternatiewelik, 'n aanvaar 50 nou van B en beloof om Rs1000 betaal om hom na ses maande. Daar is lynreg teenoorgestelde standpunte oor die toelaatbaarheid van sodanige kontrakte wat beloop bai-Salam in geldeenhede. Die doel van hierdie artikel is om 'n omvattende ontleding van verskeie argumente aan te bied ter ondersteuning en teen die toelaatbaarheid van hierdie basiese kontrakte waarby geldeenhede. Die eerste vorm van kontraktering met die uitruil van countervalues op 'n plek grondslag is sonder enige vorm van omstredenheid. Toelaatbaarheid al dan nie van die tweede tipe kontrak waarin lewering van een van die countervalues uitgestel tot 'n datum in die toekoms, is oor die algemeen bespreek in die raamwerk van Riba verbod. Gevolglik het ons gesels oor hierdie kontrak in detail in artikel 2 wat handel oor die kwessie van die verbod op Riba. Toelaatbaarheid van die derde vorm van kontrak waarin lewering van beide die countervalues uitgestel, is oor die algemeen bespreek binne die raamwerk van die vermindering van risiko en onsekerheid of gharar betrokke by sulke kontrakte. Dit is dus die sentrale tema van artikel 3 wat handel oor die kwessie van gharar. Artikel 4 pogings 'n holistiese siening van die Sharia verband kwessies soos ook die ekonomiese belangrikheid van die basiese vorme van kontraktering in die geldeenheid mark. 2. Die kwessie van Riba Verbod Die divergensie van x bekeken1 op die toelaatbaarheid al dan nie van valutatermynkontrakte in geldeenhede kan hoofsaaklik teruggevoer word na die kwessie van Riba verbod. Die behoefte om Riba in alle vorme van valutatermynkontrakte uit te skakel is van die uiterste belang. Riba in sy Sharia konteks is oor die algemeen defined2 as 'n onwettige wins verkry uit die kwantitatiewe ongelykheid van die countervalues in 'n transaksie wat voorgee om die uitruil van twee of meer spesies (Anwa), wat aan dieselfde genus (jins) en word gereeld deur te bring dieselfde doeltreffende oorsaak (illa). Riba is oor die algemeen geklassifiseer in Riba al-Fadl (oortollige) en Riba al-nasia (uitstel) wat 'n onwettige voordeel onderskeidelik aan te dui deur middel van 'n oormaat of uitstel. Verbod op die voormalige word bereik deur 'n bepaling dat die wisselkoers tussen die voorwerpe is eenheid en geen wins is toelaatbaar om enige party. Laasgenoemde soort Riba word verbied deur disallowing uitgestelde nedersetting en te verseker dat die transaksie vereffen op die plek deur beide die partye. Nog 'n vorm van Riba genoem Riba al-jahiliyya of pre-Islamitiese Riba wat na vore wanneer die man wat uitleen vra die lener op die vervaldatum as laasgenoemde die skuld sou vereffen of dieselfde verhoog. Toename vergesel deur die heffing van rente op die bedrag wat aanvanklik geleen. Die verbod op die Riba in die uitruil van geldeenhede wat deel uitmaak van verskillende lande vereis 'n proses van analogie (qiyas). En in so 'n oefening wat analogie (qiyas), doeltreffende oorsaak (illa) speel 'n uiters belangrike rol. Dit is 'n algemene doeltreffende oorsaak (illa), wat die doel van die analogie met die onderwerp verbind, in die uitoefening van analogiese redenasie. Die toepaslike doeltreffende oorsaak (illa) in die geval van valutatermynkontrakte is onder andere bepaal deur die groot skole van Fiqh. Hierdie verskil word weerspieël in die analoog redenasie vir papier geldeenhede wat deel uitmaak van verskillende lande. 'N Vraag van aansienlike belang in die proses van analoog redenasie verband hou met die vergelyking tussen papier geldeenhede met goud en silwer. In die vroeë dae van die Islam, goud en silwer uitgevoer al die funksies van geld (thaman). Geldeenhede gemaak van goud en silwer met 'n bekende intrinsieke waarde (kwantum van goud of silwer in hulle). Sulke geldeenhede word beskryf as thaman haqiqi, of naqdain in Fiqh literatuur. Dit was universeel aanvaarbare as skoolhoof middel van ruil, rekeningkunde vir 'n groot deel van die transaksies. Baie ander kommoditeite, soos verskeie minderwaardige metale het ook gedien as middel van ruil, maar met 'n beperkte aanvaarbaarheid. Dit is beskryf as Fals in Fiqh literatuur. Dit is ook bekend as thaman istalahi as gevolg van die feit dat hul aanvaarbaarheid stamme nie uit hul intrinsieke waarde, maar as gevolg van die status verleen deur die samelewing in 'n bepaalde tydperk van die tyd. Bogenoemde twee vorme van geldeenhede is baie verskillend behandel deur vroeë Islamitiese regsgeleerdes uit die oogpunt van toelaatbaarheid van kontrakte met betrekking tot hulle. Die kwessie wat opgelos moet word, is of die huidige bedeling papier geldeenhede val onder die voormalige kategorie of laasgenoemde. Een siening is dat hierdie behandel moet word op gelyke voet met thaman haqiqi of goud en silwer nie, aangesien dit dien as die vernaamste middel van ruil en rekeneenheid soos laasgenoemde. Dus, deur analoog redenasie, al die Sharia-verwante norme en opdragte van toepassing op thaman haqiqi moet ook van toepassing op papier geldeenheid wees. Uitruil van thaman haqiqi staan bekend as bai-sarf, en dus moet die transaksies in papier geldeenhede word gereeld deur die Sharia relevant is vir bai-sarf reëls. Die teendeel siening beweer dat papier geldeenhede op 'n wyse soortgelyk aan Fals of thaman istalahi as gevolg van die feit dat hul sigwaarde is anders as hul intrinsieke waarde behandel moet word. Hul aanvaarbaarheid spruit uit hul wetlike status binne die binnelandse land of wêreldwye ekonomiese belang (soos in die geval van die Amerikaanse dollar, byvoorbeeld). 2.1. 'N sintese van alternatiewe sienings 2.1.1. Analogiese beredenering (qiyas) vir Riba Verbod Die verbod op Riba is gebaseer op die tradisie wat die heilige profeet (vrede op hom) het gesê: Verkoop goud vir goud, silwer vir die silwer, koring vir koring, gars vir gars, datum vir datum, sout vir sout, in dieselfde hoeveelhede op die plek en wanneer die kommoditeite is anders, verkoop soos dit jou pas nie, maar op die plek. So, die verbod op die Riba geld in die eerste plek om die twee edelmetale (goud en silwer) en vier ander kommoditeite (koring, gars, datums en sout). Dit geld ook, na analogie (qiyas) vir alle spesies wat gereeld deur dieselfde doeltreffende oorsaak (illa) of wat behoort aan enige een van die genera van die ses voorwerpe aangehaal in die tradisie. Daar is egter geen algemene ooreenkoms tussen die verskillende skole van Fiqh en selfs geleerdes wat deel uitmaak van dieselfde skool op die definisie en die identifisering van effektiewe oorsaak (illa) van RIBA. Vir die Hanafis, doeltreffende oorsaak (illa) van Riba het twee dimensies: die uitgeruil artikels behoort aan dieselfde genus (jins) hierdie besit gewig (wazan) of meetbaarheid (kiliyya). As in 'n gegewe ruil, beide die elemente van 'n doeltreffende oorsaak (illa) teenwoordig, wat is, die uitgeruil countervalues behoort aan dieselfde genus (jins) en is al weighable of al meetbare, dan geen wins is toelaatbaar (die wisselkoers moet wees gelyk aan eenheid) en die uitruil moet wees op 'n plek basis. In die geval van goud en silwer, die twee elemente van effektiewe oorsaak (illa) is: eenheid van genus (jins) en weighability. Dit is ook die Hanbali siening volgens een version3. ( 'N ander weergawe is soortgelyk aan die Shafii en Malki siening, soos hieronder bespreek.) Dus, wanneer 'n mens goud verruil vir goud of silwer is verruil vir silwer, net spot transaksies sonder enige wins is toelaatbaar. Dit is ook moontlik dat daar in 'n gegewe ruil, een van die twee elemente van effektiewe oorsaak (illa) teenwoordig is en die ander is afwesig. Byvoorbeeld, as die uitgeruil artikels is almal weighable of meetbare maar behoort aan verskillende genus (jins) of, as die uitgeruil artikels behoort aan dieselfde genus (jins), maar nie is weighable of meetbare, dan ruil met wins (teen 'n koers verskil van eenheid) is toelaatbaar, maar die wisselkoers moet op 'n plek basis. Dus, wanneer 'n mens goud verruil vir silwer, die koers kan verskil van eenheid, maar nie uitgestelde nedersetting is toelaatbaar. As een van die twee elemente van effektiewe oorsaak (illa) van RIBA teenwoordig is in 'n gegewe ruil is, dan is nie een van die opdragte vir Riba verbod toe te pas. Ruil kan plaasvind met of sonder wins en albei op 'n plek of uitgestel word. Met inagneming van die geval van ruil met betrekking tot papier geldeenhede wat deel uitmaak van verskillende lande, sou Riba verbod 'n soektog na doeltreffende oorsaak (illa) vereis. Geldeenhede wat deel uitmaak van verskillende lande is duidelik onderskeibare entiteite dit is wettige betaalmiddel in spesifieke geografiese grense met verskillende intrinsieke waarde of koopkrag. Dus, 'n groot meerderheid van die geleerdes dalk tereg beweer dat daar geen eenheid van genus (jins). Verder, hierdie is nie weighable nie meetbaar. Dit lei tot 'n direkte gevolgtrekking dat nie een van die twee elemente van effektiewe oorsaak (illa) van RIBA bestaan in so ruil. Dus, kan die uitruil plek vry van enige bevel met betrekking tot die wisselkoers en die wyse van vereffening neem. Die logika onderliggend aan hierdie posisie is nie moeilik om te verstaan. Die intrinsieke waarde van papier geldeenhede wat deel uitmaak van verskillende lande verskil as hierdie verskillende koopkrag. Verder kan die intrinsieke waarde of waarde van papier geldeenhede nie geïdentifiseer of vasgestelde in teenstelling met goud en silwer wat kan geweeg word. Dus, kan nie die teenwoordigheid van Riba al-Fadl (deur oortollige), of Riba al-nasia (deur uitstel) word gestig.
No comments:
Post a Comment